SEJARAH BILANGAN DAN PERKEMBANGANNYA

Hai Sahabat Elpison. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar matematika.

Pada kesempatan kali ini, Elpison membagikan cerita tentang Sejarah Bilangan dan Perkembangannya. 
Sejarah Bilangan dan Perkembangannya
Awal konsep bilangan hanya dipergunakan untuk kepentingan menghitung dan mengingat jumlah saja. Lambat laun, setelah para ahli matematika menambahkan perbendaharaan simbol-simbol dan kata-kata yang tepat untuk mendefinisikan bilangan, bahasa matematika ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam setiap perubahan-perubahan dalam kehidupan. Tak dapat terelakkan, bilangan senantiasa hadir dan dibutuhkan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang sains, teknologi, ekonomi, bahkan dalam dunia musik, tari, filosofi, dan hiburan semata.

Sebelumnya, ketika orang primitif tinggal dan bertahan hidup di gua-gua dengan hanya mengandalkan makanannya yang berasal dari tanaman-tanaman dan pepohonan sekitar gua yang disiapkan oleh alam, atau berburu hewan untuk makan sekali saja menjadikan bilangan, hitung-menghitung, atau matematika tidaklah terlalu dibutuhkan. Namun, ketika mereka mulai hidup untuk persediaan makanan yang lebih banyak, mereka harus menghitung berapa banyak hewan ternak yang mereka miliki dan menjadi miliknya, begitupun milik tetangganya, ataupun berapa banyak persediaan makanan yang mereka punya saat ini menjadikan proses hitung-menghitung sangat dibutuhkan. 


Pada awalnya cukuplah menggunakan konsep sedikit dan banyak untuk melakukan perhitungan. Contohnya, untuk membandingkan dua kelompok kucing yang berbeda banyaknya, mereka hanya bisa membandingkan banyak sedikitnya kedua kelompok kucing tersebut. Namun, kepastian jumlah tentang milik seseorang atau milik orang lain mulai dibutuhkan, sehingga setiap orang mulai mengenal dan belajar perhitungan sederhana.


Kucing Lebih Sedikit (Atas) dibandingkan dengan Kucing Lebih Banyak (Bawah)
Pada awal mulanya, manusia menggunakan kerikil, menggunakan simpul pada tali, menggunakan jari-jemarinya, atau menggunakan ranting untuk menyatakan banyak hewan dan kawanannya atau anggota keluarga yang tinggal bersamanya. Itulah dasar pemahaman tentang konsep bilangan.Pada saat itu, seseorang berpikir tentang bilangan dua, maka dalam benaknya telah tertanam konsep terdapat benda sebanyak dua buah. Contohnya terdapat dua ikan dan dua monyet, dan selanjutnya kata “dua” dilambangkan dengan “2” pada gambar.
Dua Burung dan Dua Kupu-Kupu
Dari berbagai hal dalam kehidupan waktu itu, menyatakan bilangan dengan mengunakan kerikil, ranting, ataupun jari cukup dirasakan tidak praktis. Oleh sebab itu, orang mulai berpikir untuk menggambarkan bilangan itu dalam suatu lambang. Lambang (simbol) untuk menulis sebuah bilangan disebut angka. Contohnya, orang Babilonia mengembangkan tulisan kuno berbentuk baji, yang mengambarkan lambang-lambang berbeda, menyerupai tongkat yang ujugnya tajam pada tanah liat basah yang dibentuk menjadi batu bata merah. 
Lambang Bilangan Sistem Babilonia
Pada tahun 500 SM, bangsa Mayan di Amerika mengembangkan penulisan lambang bilangan (angka) yang menggunakan lambang pokok. 
Lambang Bilangan Sistem Mayan
Orang-orang Mesir Kuno (Egypt) menggunakan Hieroglif untuk menuliskan lambang bilangan di masyarakatnya.
Lambang Bilangan Sistem Hieroglif
Kemudian pada abad ke-11, bangsa Arab juga menuliskan lambang bilangan dari angka 1 hingga 9 seperti yang ada dan terus dipakai hingga saat ini oleh orang-orang Islam di seluruh dunia ini.
Lambang Bilangan Sistem Arab
Ada pula penulisan angka yang dipergunakan oleh bangsa Yunani Kuno. Orang Yunani Kuno menulis bilangan dengan menggunakan huruf abjad yang mereka pakai dalam menulid ditambah tiga bilangan khusus.
Lambang Bilangan Sistem Yunani Kuno
Begitu pula dengan orang Cina Kuno, mereka menulis bilangan dengan membuat garis-garis seperti batang.
Lambang Bilangan Sistem Cina Kuno
Bangsa Romawi menggunakan angkat-angka sebagai sistem bilangan Romawi berbentuk huruf-huruf. Angka Romawi ini masih dipergunakan hingga saat ini untuk penulisan nomor bab dalam beberapa buku atau karya ilmiah.
Lambang Bilangan Sistem Romawi
Perkembangan berikutnya, lambang bilangan bangsa Hindu-Arab Kuno ini ditemukan dalam manuskrip Spanyol abad X dan menjadi cikal bakal bagi angka-angka yang dipakai sekarang ini yaitu angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.
Lambang Bilangan Sistem Hindu-Arab Kuno

Demikian penjelasan tentang sejarah bilangan dan perkembangannya. Semoga bermanfaat dan memberikan wawasan untuk kita semua. Salam Matematika. 

No comments:

Post a Comment