Refleksi Perjalanan Hidup dan Karir dalam Mengambil Keuntungan dan Hadapi Tantangan: Fresh Graduate FKIP Bakal PPG atau S2?

Setiap perjalanan hidup selalu disuguhkan dengan berbagai pilihan. Menentukan sebuah pilihan membutuhkan analisa yang paling tepat supaya tujuan yang hendak kita capai dapat terealisasi secara maksimal. Tak terkecuali untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang S1 (strata satu), terlebih lulusan FKIP. Di era abad 21 yang semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja membuat semua orang harus membekali diri mereka dengan berbagai skill dan kompetensi yang ada pada diri mereka supaya mampu bersaing dan memenangkan kompetisi.

Realita yang terjadi kadang memunculkan sisi dilematis antara memilih untuk mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) atau melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 (strata dua). Keduanya memang memiliki kelebihan masing-masing. Oleh sebab itu, menjadi hal penting untuk memikirkan dan melihat potensi atau peluang ketika berencana ikut PPG atau melanjutkan S2.
Refleksi Perjalanan Hidup dan Karir dalam Mengambil Keuntungan dan Hadapi Tantangan: Fresh Graduate FKIP Bakal PPG atau S2?
Refleksi Perjalanan Hidup dan Karir dalam Mengambil Keuntungan dan Hadapi Tantangan: Fresh Graduate FKIP Bakal PPG atau S2?

Namun yang tidak boleh diabaikan dan menjadi hal penting mendasar adalah realita dari penyerapan dalam dunia kerja nantinya antara lulusan PPG ataupun lulusan S2. Oleh sebab itu, penulis ingin mengulas dan menyampaikan realita dan potensi dari PPG maupun kuliah S2.

PPG adalah jenjang perkuliahan profesi (setelah merampungkan jenjang sarjana) yang ditembuh untuk memperoleh kompetensi profesional yang lebih mendalam untuk menjadi seorang guru. 

Keuntungan mengikuti PPG adalah biaya perkuliahan selama mengikuti PPG disubsidi oleh pemerintah. Sejak tahun 2017 hingga sekarang, biaya perkuliahan PPG dibiayai oleh pemerintah dengan biaya 7,5 juta per semester. Beberapa LPTK pelaksana PPG mewajibkan peserta PPG untuk tinggal di asrama selama setahun. Namun sejak 2019, biaya subsidi sudah ditiadakan dan diubah menjadi PPG Mandiri. 

Kedua, lulusan PPG mendapat sertifikat pendidik dan gelar Gr. Dengan begitu, peserta yang telah menyelesaikan PPG bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi. 

Ketiga, peluang kerja lebih luas. Banyak perekrutan guru/ tenaga pendidik/ CPNS dengan syarat utama yakni memiliki sertifikat pendidik. Oleh sebab itu, peluang kerja lebih luas. 

Selain itu, tantangan saat mengikuti PPG pun ada. 
Pertama, seleksi penerimaan peserta PPG cukup ketat. Jika memiliki niat yang besar untuk mengikuti PPG, maka segera mempersiapkan diri dan membekali diri dengan kompetensi yang menjadi acuan tes pada saat seleksi peserta PPG. Selain itu ada beberapa tahap dalam seleksi peserta PPG yang harus diikuti. 

Kedua, peserta PPG harus bersiap-siap belajar secara maksimal. Untuk menyandang gelar Gr. (Guru Profesional) tidak semudah yang dibayangkan. Setiap peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi PPG pasti mendapatkan pelatihan yang sangat maksimal. Perkuliahan yang ditempuh selama satu tahun membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Karena segala kompetensi yang dituntut untuk menjadi guru profesional di asah dalam pelatihan ini, baik kemampuan intelektual, afektif, dan psikomotorik. 

Ketiga, beberapa LPTK penyelenggara LPTK mewajibkan setiap peserta PPG diasramakan selama satu tahun untuk menyelesaikan PPG.

Selanjutnya, untuk pendidikan jenjang S2 pun memiliki keuntungan. 
Pertama, meningkatkan skill dan kemampuan. Dengan melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 sudah dapat dipastikan skill dan kemampuan yang dimiliki akan semakin meningkat dengan  bidangnya masing-masing. 

Kedua, bergelar Magister. Mahasiswa yang telah menyelesaikan perkulaiahn pada jenjang S2 akan bergelar “Magister” sesuai dengan latar belakang jurusan kekhususan yang dipilihnya. Artinya, seseorang yang sudah bergelar demikian, merujuk pada orang tersebut sangat ahli dan pandai dalam bidang keilmuan yang digelutinya. 

Ketiga, memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat. Dalam hal ini, seseorang akan memiliki lebih banyak relasi dan teman dengan kualitas yang lebih mumpuni. 

Keempat, peluang lapangan kerja semakin banyak. Prospek lapangan kerja akan menjadi semakin luas yang tersedia bagi lulusan S2, apalagi jika jurusan kekhususan yang dipilih merupakan jurursan yang sangat banyak dibutuhkan dalam dunia kerja. 

Dan yang terakhir, akan semakin banyak orang yang menghargai dan menjadi orang yang disegani. Orang-orang disekitar akan menjadi lebih segan dan menghargai walaupun hal tersebut bukan merupakan tujuan kenapa memilih untuk melanjutkan S2. 

Adapun tantangan tersendiri ketika melanjutkan S2 adalah seleksi pemerimaan mahasiswa S2 pun cukup ketat. Dengan berbagai persyaratan yang harus dipersiapkan, kita harus mengalahkan kompetitor yang mengambil jurusan yang sama dengan kita. 

Kedua, kuliah matrikulasi. Biasanya berlangsung selama tiga bulan. Ditujukan untuk mengingat kembali materi perkuliahan  saat masih kuliah S1 dan menjadi jembatan penghubung antara pengetahuan S1 dan yang akan dipelajari di S2. 

Ketiga, biaya perkuliahan S2 cukup tinggi. Keempat, jadwal kuliah S2 yang kadang tidak menentu. 

Keempat, tugas-tugas perkuliahan yang menantang dan tesis yang butuh tenaga ekstra dalam menyelesaikannya. Hal ini berbeda ketiga kuliah di S1, mengingat level gelar yang akan dicapai cukup tinggi, maka tugas yang diberikan pun cukup menguras otak dan tenaga. Kelima, harus mampu menyesuaikan diri. Dikarenakan mungkin saja dalam perkuliahan dipertemukan dengan orang-orang yang cukup berumur atau bisa dibilang lebih tua dan sangat bervariasi.

Berdasarkan keuntungan dan tantangan yang telah dijabarkan di atas, yang manakah antara mengikuti PPG atau melanjutkan S2 yang memiliki potensi yang lebih besar untuk mengantarkan pada kesuksesan di masa depan? Sebenarnya semua tergantung pada kita yang menjalaninya. Baik PPG maupun S2 semua mengantarkan kita pada kesuksesan. Dan sekarang, saatnya anda menentukan target dan tujuan ke depan. Mana tujuan yang akan anda pilih dan prioritaskan. Semangat!

2 comments:

  1. semoga selalu menginspirasi mas Tito... jangan lupa mampir di blog acakadul saya ya, hehe

    ReplyDelete