Mari Melakukan Refleksi pada Diri Kita : Sudahkah menjadi Guru yang Sukses dan Terbaik untuk Siswanya?

Pada suatu pagi di jam pertama selepas upacara bendera, seorang murid dimarahi gurunya. Bahkan dia dicaki-maki karena dianggap bodoh, tidak bisa mengerjakan soal padahal sudah di bahas di pertemuan sebelumnya. “Dasar bodoh! Soal semudah ini kok tidak bisa? Mending berhenti sekolah saja!” kata sang guru dengan suara tinggi. Si murid tertunduk malu bercampur takut. Suasana kelas menjadi hening seketika. Semua siswa menunduk dan tak seorang pun berani  berbicara. Semua terdiam dan bungkam tanpa kata. Lantaran tak tahan, murid itu mengambil tasnya di meja dan berjalan keluar meninggalkan ruang kelasnya sambil menangis. 

Kejadian di atas pernah terjadi, bahkan sampai sekarang pun masih terjadi di beberapa sekolah. Lantas, apa yang terbesit di kepala kita dari kejadian tersebut? Apa yang kita lakukan jika diposisi murid itu, atau menjadi orangtua dari murid tersebut, atau bahkan jadi rekan kerja guru tersebut di sekolah itu?
Mari Melakukan Refleksi pada Diri Kita : Sudahkah menjadi Guru yang Sukses dan Terbaik untuk Siswanya?
Mari Melakukan Refleksi pada Diri Kita : Sudahkah menjadi Guru yang Sukses dan Terbaik untuk Siswanya?

CARA MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS BLENDED LEARNING DENGAN MODEL FLIPPED LEARNING DALAM MEMPERSIAPKAN PEMBELAJARAN ERA NEW NORMAL

CARA MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS BLENDED LEARNING DENGAN MODEL FLIPPED LEARNING DALAM MEMPERSIAPKAN PEMBELAJARAN ERA NEW NORMAL

Hai Sahabat Elpison. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat menyambut tahun pelajaran baru di era new normal.

Pada kesempatan kali ini, Elpison akan membagikan pengalaman setelah mengikuti Web Based Workshop 'Penyusunan RPP Berbasis Blended Learning: Mempersiapkan Pembelajaran Era New Normal
 PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS BLENDED LEARNING DENGAN MODEL FLIPPED LEARNING DALAM MEMPERSIAPKAN PEMBELAJARAN ERA NEW NORMAL
 PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING DENGAN MODEL FLIPPED LEARNING DALAM MEMPERSIAPKAN PEMBELAJARAN ERA NEW NORMAL


Syarat dan Tuntutan Menjadi Guru Berpredikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Milenial dan Profesional Abad 21

Pahlawan tanpa tanda jasa adalah predikat yang disandang guru hingga saat ini. Begitu agungnya penghargaan tersebut, Sartono pun menciptakan sebuah lagu yang sangat istimewa untuk semua guru di Indonesia, “Hymne Guru”. Era abad 21 ini sangat dibutuhkan guru-guru yang profesional di bidangnya. Profesional tersebut diukur dari kompetensi guru yang menjadi tuntutan ke depan untuk dapat mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, dan rasa kebanggaan kepada semua penyandang profesi guru. Sekarang, mengapa harus menjadi guru yang profesional? Apa syarat dan tuntutan menjadi guru profesional abad 21 ini?
Syarat dan Tuntutan Menjadi Guru Berpredikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Milenial dan Profesional Abad 21
Syarat dan Tuntutan Menjadi Guru Berpredikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Milenial dan Profesional Abad 21

CARA JITU MENULIS PUISI MENGGUNAKAN BAHASA MATEMATIKA YANG PALING MUDAH DAN MENYENANGKAN

Kisah kita adalah gabungan dua kejadian yang indah. Aku adalah fungsi dan kau invers hatiku. (Khoirul Anwari Sidik)

Dan yang tertampar di pipi kanan adalah kerinduan. Agar gegarkan waktu tuk belai kenangan. (Tito Nurdiyanto, S.Pd., Gr.)

Benda Sederhana yang Dapat Mengkonstruksi Pengetahuan Siswa Menggunakan Model Generative Learning


Peran aktif guru merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Namun, sebagian guru masih terbiasa berperan sebagai tukang transfer materi pelajaran dan siswa sebagai penerima, sehingga teacher center masih menjadi tradisi. Siswa pun tidak banyak diberi kesempatan dan terlibat aktif mengkonstruksi pengetahuannya, hanya menerima saja informasi yang disampaikan dari guru. Pembelajaran pun menjadi kurang menarik dan materi yang dipelajari mudah terlupakan karena tidak ada sesuatu yang membuat siswa berkesan. Beberapa guru pun beranggapan masih merasa kesulitan untuk menemukan atau menggunakan benda-benda, alat peraga, atau media yang mendukung pembelajaran. Padahal lingkungan sekitar siswa adalah sumber belajar paling berkesan dalam mendukung pembelajaran. 

Beberapa di atas menunjukkan bahwa kita sebagai guru memiliki tugas besar bagaimana cara mengkonstruksi pengetahuan siswa dan memanfaatkan lingkungan sekitar siswa sebagai media yang paling berkesan dalam belajar.

Kali ini penulis berbagi pengalaman mengenai bagaimana siswa mengontruksi pengetahuannya ketika proses belajar di kelas pada materi jenis-jenis segitiga dengan menerapkan model Generative Learning (GL) didukung dengan alat peraga sederhana sedotan minuman. 

Membangun Pengetahuan dan Keterampilan Siswa dengan Menerapkan Model Experiential Learning

Proses belajar merupakan proses aktivitas mental seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat positif, baik perubahan dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun psikomotorik, yang berkaitan erat dengan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran tersebut ada interaksi guru dan siswa dalam lingkungan kondusif yang sengaja diciptakan. Oleh sebab itu, peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu. 
Membangun Pengetahuan dan Keterampilan Siswa dengan Menerapkan Model Experiential Learning
Membangun Pengetahuan dan Keterampilan Siswa dengan Menerapkan Model Experiential Learning

Refleksi Perjalanan Hidup dan Karir dalam Mengambil Keuntungan dan Hadapi Tantangan: Fresh Graduate FKIP Bakal PPG atau S2?

Setiap perjalanan hidup selalu disuguhkan dengan berbagai pilihan. Menentukan sebuah pilihan membutuhkan analisa yang paling tepat supaya tujuan yang hendak kita capai dapat terealisasi secara maksimal. Tak terkecuali untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang S1 (strata satu), terlebih lulusan FKIP. Di era abad 21 yang semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja membuat semua orang harus membekali diri mereka dengan berbagai skill dan kompetensi yang ada pada diri mereka supaya mampu bersaing dan memenangkan kompetisi.

Realita yang terjadi kadang memunculkan sisi dilematis antara memilih untuk mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) atau melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 (strata dua). Keduanya memang memiliki kelebihan masing-masing. Oleh sebab itu, menjadi hal penting untuk memikirkan dan melihat potensi atau peluang ketika berencana ikut PPG atau melanjutkan S2.
Refleksi Perjalanan Hidup dan Karir dalam Mengambil Keuntungan dan Hadapi Tantangan: Fresh Graduate FKIP Bakal PPG atau S2?
Refleksi Perjalanan Hidup dan Karir dalam Mengambil Keuntungan dan Hadapi Tantangan: Fresh Graduate FKIP Bakal PPG atau S2?

Meningkatkan Higher Order Thinking Skiil (HOTS) Siswa Melalui Model Problem Based Learning


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, gaya hidup dan cara berinteraksi, kompetensi dalam dunia kerja, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan mengambil keputusan menjadi tuntutan di abad 21 ini. Oleh sebab itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki cara berpikir dan bertindak sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Salah satu langkah yang sudah seharusnya diterapkan setiap guru di kelas sesuai Kurikulum 2013 Revisi adalah memfasilitasi HOTS dalam setiap pembelajaran. 


Peran aktif guru merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pembelajaran. 
Meningkatkan Higher Order Thinking Skiil (HOTS) Siswa Melalui Model  Problem Based Learning
Meningkatkan Higher Order Thinking Skiil (HOTS) Siswa Melalui Model  Problem Based Learning

Keteladanan; Pilar Utama Membentuk Karakter Anak Bangsa dalam Mengadapi Tantangan Revolusi Industri dan Tuntutan Abad 21

Persoalan budaya dan karakter bangsa selalu menjadi sorotan tajam hingga saat ini. Revolusi industri 4,0 dan tuntutan abad 21 dalam perkembangan IPTEKS, gaya hidup, cara berinteraksi, kompetensi dalam dunia kerja, keterampilan berpikir kritis, dan kreatif, serta kemampuan mengambil keputusan harus diimbangi dengan karakter mulia yang dimiliki.  Penerus bangsa menjadi tumpuan berbagai pengharapan akan perubahan bangsa. 
Keteladanan; Pilar Utama Membentuk Karakter Anak Bangsa dalam Mengadapi Tantangan Revolusi Industri dan Tuntutan Abad 21
Keteladanan; Pilar Utama Membentuk Karakter Anak Bangsa dalam Mengadapi Tantangan Revolusi Industri dan Tuntutan Abad 21

SEJARAH BILANGAN DAN PERKEMBANGANNYA

Hai Sahabat Elpison. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar matematika.

Pada kesempatan kali ini, Elpison membagikan cerita tentang Sejarah Bilangan dan Perkembangannya. 
Sejarah Bilangan dan Perkembangannya
Awal konsep bilangan hanya dipergunakan untuk kepentingan menghitung dan mengingat jumlah saja. Lambat laun, setelah para ahli matematika menambahkan perbendaharaan simbol-simbol dan kata-kata yang tepat untuk mendefinisikan bilangan, bahasa matematika ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam setiap perubahan-perubahan dalam kehidupan. Tak dapat terelakkan, bilangan senantiasa hadir dan dibutuhkan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang sains, teknologi, ekonomi, bahkan dalam dunia musik, tari, filosofi, dan hiburan semata.